5 Penyakit yang Dapat Menular dari Anjing ke Manusia! Zoonosis yang Wajib Diketahui Pemilik Hewan Peliharaan

Anjing adalah anggota keluarga yang sangat berharga, tetapi beberapa penyakit dapat menular kepada manusia sehingga perlu diwaspadai. Untungnya, sebagian besar penyakit tersebut dapat dicegah melalui vaksinasi yang tepat dan kebersihan yang baik. Dalam artikel ini, kita akan membahas penyakit zoonosis yang umum ditularkan dari anjing ke manusia serta cara pencegahannya.
Apa itu penyakit zoonosis?
Penyakit zoonosis adalah penyakit yang dapat menular antara hewan dan manusia. Hingga saat ini, lebih dari 50 jenis penyakit zoonosis telah diketahui, dan beberapa di antaranya dapat ditularkan dari anjing kepada manusia.
Untuk hidup sehat bersama anjing peliharaan, pemahaman yang baik tentang penyakit dan cara pencegahannya sangatlah penting.
1. Leptospirosis
Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira dan dapat menginfeksi tidak hanya anjing, tetapi juga kucing, hewan liar, dan manusia.
Cara penularan
- Kontak dengan urine hewan yang terinfeksi
- Paparan air atau tanah yang terkontaminasi
- Infeksi melalui luka pada kulit
Gejala pada anjing
- Demam
- Dehidrasi
- Kehilangan nafsu makan
- Muntah dan diare
- Penyakit kuning
- Kerusakan hati dan ginjal
Pada kasus yang parah, penyakit ini dapat menyebabkan gagal ginjal akut atau gagal hati.
Pencegahan
- Vaksinasi tahunan dengan vaksin kombinasi yang mencakup leptospirosis
- Menjaga kebersihan kaki dan tubuh anjing setelah berjalan-jalan
- Hindari kontak dengan air tergenang atau terkontaminasi
2. Rabies
Rabies disebabkan oleh virus rabies dan merupakan penyakit yang sangat berbahaya dengan tingkat kematian yang hampir mencapai 100% setelah gejala muncul.
Cara penularan
- Digigit oleh hewan yang terinfeksi
- Kontak air liur dengan luka atau selaput lendir
Gejala pada anjing
- Perubahan perilaku
- Peningkatan perilaku agresif
- Kejang
- Kelumpuhan
- Kematian
Jika menginfeksi manusia
Pada tahap awal, gejalanya dapat menyerupai flu biasa, tetapi seiring perkembangan penyakit dapat menyebabkan gangguan sistem saraf dan gagal napas.
Pencegahan
- Vaksinasi rabies wajib dilakukan
- Hindari kontak dengan hewan liar
- Segera pergi ke rumah sakit jika terjadi insiden gigitan
Di Korea Selatan, vaksinasi rabies dianggap sebagai salah satu vaksin wajib yang paling penting bagi anjing peliharaan.
3. Toksokariasis (infeksi cacing gelang anjing)
Cacing gelang anjing merupakan parasit internal yang relatif umum ditemukan pada anjing.
Cara penularan
- Kontak dengan kotoran anjing yang terinfeksi
- Paparan tanah atau lingkungan yang terkontaminasi
- Kurangnya kebiasaan mencuci tangan
Jika menginfeksi manusia
Larva cacing gelang dapat bermigrasi ke jaringan tubuh manusia dan menyebabkan masalah berikut:
- Kerusakan hati
- Kerusakan paru-paru
- Gangguan penglihatan
- Penyakit sistem saraf
Pada anak-anak, kasus infeksi relatif lebih sering terjadi karena mereka tidak mencuci tangan dengan baik setelah bermain tanah.
Pencegahan
- Pemberian obat cacing secara rutin pada anjing peliharaan
- Mencuci tangan dengan bersih setelah berjalan-jalan
- Segera membersihkan dan membuang kotoran anjing
- Menjaga kebiasaan hidup yang higienis
4. Infeksi Salmonella (Salmonellosis)
Salmonella merupakan salah satu bakteri utama penyebab keracunan makanan pada manusia.
Cara penularan
- Kontak dengan kotoran hewan yang terinfeksi
- Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi
- Lingkungan dengan kebersihan yang kurang memadai
Gejala utama
- Diare
- Nyeri perut
- Demam
- Muntah
Khususnya jika anjing diberi makanan mentah, peralatan dapur dan area persiapan makanan dapat terkontaminasi sehingga meningkatkan risiko penularan kepada manusia.
Pencegahan
- Menjaga kebersihan secara ketat saat memberikan makanan mentah
- Menjaga kebersihan pakan dan tempat makan anjing
- Mencuci tangan dengan bersih setelah membersihkan kotoran anjing
5. Dermatofitosis (Ringworm)
Dermatofitosis (ringworm) adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur dan dapat menular kepada manusia.
Gejala pada anjing
- Kerontokan bulu berbentuk lingkaran
- Peningkatan sisik atau ketombe pada kulit
- Lesi kulit kemerahan
- Gatal-gatal
Jika menginfeksi manusia
- Bercak merah berbentuk lingkaran
- Gatal-gatal (Pruritus)
- Peradangan kulit
Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak anjing dan anjing dengan daya tahan tubuh yang lemah.
Pencegahan
- Hindari kontak dekat dengan anjing yang terinfeksi
- Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal
- Segera lakukan pengobatan jika gejala ditemukan
- Cuci tangan setelah menyentuh anjing

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit yang Menular dari Anjing ke Manusia?
Untuk hidup aman dan sehat bersama anjing peliharaan, disarankan mengikuti langkah-langkah berikut.
✅ Melakukan vaksinasi secara rutin dan berkala.
✅ Lakukan pemberian obat cacing secara rutin setiap bulan.
✅ Cuci tangan dan bersihkan kaki anjing setelah berjalan-jalan.
✅ Segera membersihkan dan membuang kotoran anjing.
✅ Menjaga lingkungan tempat tinggal tetap bersih.
✅ Segera kunjungi dokter hewan jika muncul gejala yang tidak normal.

Penyakit yang dapat menular dari anjing ke manusia ternyata cukup beragam. Namun, sebagian besar dapat dicegah dengan vaksinasi yang tepat dan kebersihan yang baik. Pada anjing yang dipelihara dengan baik di dalam rumah dan mendapatkan perawatan kesehatan secara rutin, risiko penularan umumnya sangat rendah. Dengan menjaga kesehatan anjing secara konsisten dan menerapkan kebiasaan hidup bersih, Anda dan hewan peliharaan dapat menikmati kehidupan bersama yang sehat dan bahagia.
Eksplorasi konten lain dari Korea Doctor Interview
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.