{"id":225,"date":"2026-05-12T07:59:13","date_gmt":"2026-05-12T07:59:13","guid":{"rendered":"https:\/\/kdoctorinterview.com\/?p=225"},"modified":"2026-06-10T10:52:26","modified_gmt":"2026-06-10T10:52:26","slug":"breast-implant-placement-dual-plane","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kdoctorinterview.com\/id\/breast-implant-placement-dual-plane\/","title":{"rendered":"Posisi implan yang direkomendasikan untuk operasi pembesaran payudara"},"content":{"rendered":"<p>Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dalam operasi payudara, kami mewawancarai Dr. Seo Ilbeom dari Marble Plastic Surgery tentang posisi implan yang direkomendasikan.<\/p>\n\n\n\n<p><br><strong>Banyak orang bingung tentang di lapisan mana implan payudara sebaiknya ditempatkan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ada beberapa lapisan tempat implan payudara dapat dipasang, tetapi secara sederhana, pilihannya adalah apakah implan ditempatkan di atas otot atau di bawahnya. Jika ditempatkan di atas otot, itu disebut pemasangan subfasial atau subglandular.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kdoctorinterview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Copilot_20260512_164259.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-226\" style=\"width:834px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/kdoctorinterview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Copilot_20260512_164259.png 1024w, https:\/\/kdoctorinterview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Copilot_20260512_164259-300x300.png 300w, https:\/\/kdoctorinterview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Copilot_20260512_164259-150x150.png 150w, https:\/\/kdoctorinterview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Copilot_20260512_164259-768x768.png 768w, https:\/\/kdoctorinterview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Copilot_20260512_164259-12x12.png 12w, https:\/\/kdoctorinterview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Copilot_20260512_164259-440x440.png 440w, https:\/\/kdoctorinterview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Copilot_20260512_164259-680x680.png 680w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Menempatkan implan di atas atau di bawah otot memberikan perbedaan yang jelas pada bentuk akhir payudara. Ada pasien yang bisa memasang implan sepenuhnya di bawah otot, tetapi hal itu sering membuat sulit mencapai ukuran dan bentuk yang diinginkan. Karena itu, teknik dual-plane digunakan untuk hasil yang lebih besar dan lebih baik. Kadang pasien yang datang untuk konsultasi revisi mengatakan bahwa mereka menjalani teknik dual-plane, padahal sebenarnya yang dilakukan adalah pemasangan subfasial.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Sebenarnya, itu adalah pemahaman yang keliru. Teknik dual-plane berarti implan berada setengah di bawah otot dan setengah di bawah lapisan lemak. Sedangkan pemasangan subfasial hanya berada di bawah jaringan lunak tanpa penutup otot. Karena itu, hasil dual-plane tidak mungkin terjadi pada pemasangan subfasial.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, intinya adalah apakah implan ditempatkan di atas otot atau di bawahnya. Jika ditempatkan di atas otot, biasanya disebut pemasangan subfasial. Untuk pemasangan di bawah otot, terdapat metode submuscular atau teknik dual-plane.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"643\" height=\"297\" src=\"https:\/\/kdoctorinterview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/\uc81c\ubaa9-\uc5c6\ub294-\ub514\uc790\uc778-\ubcf5\uc0ac\ubcf8-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-231\" style=\"width:819px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/kdoctorinterview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/\uc81c\ubaa9-\uc5c6\ub294-\ub514\uc790\uc778-\ubcf5\uc0ac\ubcf8-1.png 643w, https:\/\/kdoctorinterview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/\uc81c\ubaa9-\uc5c6\ub294-\ub514\uc790\uc778-\ubcf5\uc0ac\ubcf8-1-300x139.png 300w, https:\/\/kdoctorinterview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/\uc81c\ubaa9-\uc5c6\ub294-\ub514\uc790\uc778-\ubcf5\uc0ac\ubcf8-1-18x8.png 18w, https:\/\/kdoctorinterview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/\uc81c\ubaa9-\uc5c6\ub294-\ub514\uc790\uc778-\ubcf5\uc0ac\ubcf8-1-440x203.png 440w\" sizes=\"auto, (max-width: 643px) 100vw, 643px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Jika membandingkan metode mana yang lebih baik, pemasangan subfasial atau di atas otot biasanya tidak memberikan hasil terbaik menurut pengalaman saya. Semakin dalam implan ditempatkan, semakin tidak terlihat bentuk implan tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa pasien mengatakan, \u201cAda garis berbentuk Y di bagian atas dada saya,\u201d atau \u201cImplannya terlihat menonjol.\u201d Pada orang yang sangat kurus, implan bisa sedikit terlihat meskipun ditempatkan di bawah otot. Namun, jika terlihat, itu hanya karena berada di bawah otot \u2014 jika ditempatkan di atas otot, tampilannya akan jauh lebih menonjol. Untuk tipe tubuh Asia Timur yang kurus, pemasangan di bawah otot memberikan hasil yang lebih baik, dan untuk ukuran lebih besar atau bentuk yang lebih indah, teknik dual\u2011plane adalah pilihan terbaik.<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak orang berkata, \u201cKalau sayatan di lipatan bawah payudara, bukankah lebih tidak sakit?\u201d Namun sebenarnya, tidak ada perbedaan rasa sakit antara sayatan melalui ketiak atau lipatan bawah payudara. Perbedaan rasa sakit justru berasal dari apakah implan ditempatkan di atas otot atau di bawahnya. Jadi, meskipun menggunakan sayatan inframammary, jika implan ditempatkan di bawah otot dengan teknik dual\u2011plane, rasa sakit tetap akan muncul.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan dengan sayatan di ketiak, pemasangan subfasial menyebabkan rasa sakit yang lebih ringan. Itu adalah hal yang paling penting.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"791\" height=\"427\" src=\"https:\/\/kdoctorinterview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/\uc81c\ubaa9-\uc5c6\ub294-\ub514\uc790\uc778-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-228\" style=\"width:833px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/kdoctorinterview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/\uc81c\ubaa9-\uc5c6\ub294-\ub514\uc790\uc778-1.png 791w, https:\/\/kdoctorinterview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/\uc81c\ubaa9-\uc5c6\ub294-\ub514\uc790\uc778-1-300x162.png 300w, https:\/\/kdoctorinterview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/\uc81c\ubaa9-\uc5c6\ub294-\ub514\uc790\uc778-1-768x415.png 768w, https:\/\/kdoctorinterview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/\uc81c\ubaa9-\uc5c6\ub294-\ub514\uc790\uc778-1-18x10.png 18w, https:\/\/kdoctorinterview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/\uc81c\ubaa9-\uc5c6\ub294-\ub514\uc790\uc778-1-440x238.png 440w, https:\/\/kdoctorinterview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/\uc81c\ubaa9-\uc5c6\ub294-\ub514\uc790\uc778-1-680x367.png 680w\" sizes=\"auto, (max-width: 791px) 100vw, 791px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa orang memilih pemasangan subfasial karena takut rasa sakit, tetapi secara pribadi saya sama sekali tidak menyarankannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sepanjang karier saya sebagai ahli bedah, kasus pemasangan implan secara subfasial atau di atas otot sangatlah jarang. Meskipun lebih menyakitkan, pemasangan di bawah otot memberikan hasil jangka panjang yang jauh lebih baik. Karena itu, saya merekomendasikan teknik dual\u2011plane pada 99.99% kasus.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi siapa pun yang mempertimbangkan operasi pembesaran payudara, saya ingin menyampaikan bahwa meskipun ada rasa sakit atau ketidaknyamanan, hasil operasi ini akan bertahan seumur hidup. Karena itu, metode terbaik adalah menempatkan implan di bawah otot dengan teknik dual\u2011plane.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika seseorang hanya ingin sedikit menambah ukuran payudara dan memiliki jaringan lemak yang cukup, pemasangan subfasial bisa dipertimbangkan. Namun, bahkan dalam kondisi tersebut, teknik dual\u2011plane tetap menjadi cara yang lebih stabil dan tahan lama. Semoga informasi ini bermanfaat bagi banyak orang. Terima kasih.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\uac00\uc2b4\uc131\ud615 \uacbd\ub825\ub9cc 20\ub144 \uc774\uc0c1! \ub9c8\ube14\uc131\ud615\uc678\uacfc \uc11c\uc77c\ubc94 \uc6d0\uc7a5\ub2d8\uacfc \ub9ce\uc740 \uacbd\ud5d8\uacfc \ub178\ud558\uc6b0\ub85c \uac00\uc2b4 \uc218\uc220 \uc2dc \ucd94\ucc9c\ud558\ub294 \ubcf4\ud615\ubb3c \uc0bd\uc785 \uc704\uce58\uc5d0 \ub300\ud574 \uc778\ud130\ubdf0\ud588\uc2b5\ub2c8\ub2e4 \ubaa8\ub450 \uace0\ubbfc\ud558\uac8c \ub418\ub294 \ub0b4 \uac00\uc2b4\uc758 \ubcf4\ud615\ubb3c \uc0bd\uc785 \uc704\uce58, \uc5b4\ub290 \uce35\uc5d0 \ub123\uc5b4\uc57c \ud560\uae4c\uc694? \uc77c\ub2e8 \uac00\uc2b4 \ubcf4\ud615\ubb3c \uc0bd\uc785 \uc704\uce58\ub294 \uc5ec\ub7ec \uacf3\uc774 \uc788\ub294\ub370 \uc27d\uac8c \uc598\uae30\ud574\uc11c \uadfc\uc721 \uc704\uc5d0 \ub123\ub0d0, \ubc11\uc5d0 \ub123\ub0d0\uace0 \uc0dd\uac01\ud558\uc2dc\uba74 \ub429\ub2c8\ub2e4. \ubcf4\ud615\ubb3c\uc744 \uadfc\uc721 \uc704\uc5d0 \ub123\ub294 \ubc29\ubc95\uc740 \uadfc\ub9c9\ud558\uc0bd\uc785,\uc720\uc120\ud558\uc0bd\uc785 \uc774\ub77c\uace0 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":228,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[45,162,46,164,165,159,163,161,160,522],"class_list":["post-225","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-breast-surgeon","tag-45","tag-162","tag-46","tag-164","tag-165","tag-159","tag-163","tag-161","tag-160","tag-522"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kdoctorinterview.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/225","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kdoctorinterview.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kdoctorinterview.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kdoctorinterview.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kdoctorinterview.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=225"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kdoctorinterview.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/225\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":232,"href":"https:\/\/kdoctorinterview.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/225\/revisions\/232"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kdoctorinterview.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/228"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kdoctorinterview.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=225"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kdoctorinterview.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=225"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kdoctorinterview.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=225"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}